Paling Baru, Luhut Berencana Bangun Kebun Herbal Seluas 500 Hektare di Danau Toba

Paling Baru, Luhut Berencana Bangun Kebun Herbal Seluas 500 Hektare di Danau Toba

Paling Baru, Luhut Berencana Bangun Kebun Herbal Seluas 500 Hektare di Danau Toba

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong pembuatan obat herbal dalam negeri sekaligus mengurangi aktivitas impor bahan baku obat-obatan,

Ia berencana membangun kebun herbal di tanah kelahirannya Danau Toba, Sumatera Utara. 

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi Septian Hario Seto mengatakan, rencananya Luhut akan menyediakan lahan bahan baku herbal seluas 500 hektare (Ha).

"Dari Pak Luhut sendiri, inisiatif pribadi beliau akan buat sekitar 500 hektare di Toba untuk kebun herbal," ujar Seto secara virtual dalam Dialog Nasional Kompas TV, Senin (21/12/2020).

Bahkan, Luhut akan mengundang produsen herbal, sesuai Dexamedika untuk menjalani kerja sama riset bahan bakunya di sana.

Selain itu, Luhut nantinya akan menggandeng dua universitas di China, yaitu Zheziang University dan Yunnan University.

"Kami juga sudah komunikasi, ada dua universitas di Tiongkok yang sangat terkenal dengan penelitian riset herbalnya ini. Pertama, Zhejiang University, yang kedua Yunnan. Di Zhejiang yang menarik itu mereka men-develop artificial intelligent obat-obat herbal ini dan mengetahui substance kandungan herbal," jelas Seto.

"Kemudian, dikombinasikan dengan yang lain, jadi mereka tahu ini treatment untuk apa. Jadi, sudah sangat advance riset di sana," sambung dia.

Sama sesuai rencana Luhut, pemerintah dalam hal ini Kemenko Marves dan Kementerian BUMN pun berencana membangun kebun herbal.

Lokasinya berada di Kawasan Industri Terpadu (KIT) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

"Terakhir, kita mencoba bersaing di bahan baku obat. Kita dengan tim Kementerian BUMN juga sudah mendorong spesifik mungkin ada 200-300 hektare kawasan industri untuk bahan baku obat di Batang. Di mana nanti basic infrastructure untuk wise water treatment-nya. Untuk pengolahan limbah nanti akan di-invest oleh pemerintah," jelas Seto.

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting, topik menarik, dan informasi lainnya

Aktifkan

Belum berhasil mengaktifkan notifikasi Kompas.com? Klik di sini

Waspada Keyloger Ada di Sekitar Anda, Jangan Sembarangan Menginput Password

Berkenalan Dengan Istilah Information Retrival Pada Pemrograman